Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2012

Permainan Ilusi: Gambar Hitam Putih Bisa Berwarna

Perhatikan gambar di bawah ini, foto benteng hitam-putih saja, kan? Lihat ada titik hitam di tengah gambar. Konsentrasikan pandangan mata ke titik tersebut, jangan sampai teralih pada hal lain. Tidak juga pada hitungan mundur, tetap konsentrasi pada titik.

Setelah hitungan mundur selesai, kamu bisa melihat benteng tersebut jadi berwarna. Anehnya, ini hanya berlaku bila mata konsentrasi pada titik hitam. Kalau tidak, benteng tetap terlihat hitam-putih. Seru, kan?
 
 

Sabtu, 15 September 2012

Foto Langka Virus-virus Paling Mematikan di Dunia

Sepintas Anda mungkin menganggap gambar-gambar berikut sebagai sebuah karya seni modern, namun faktanya foto-foto ini sebenarnya menunjukkan beberapa virus paling mematikan yang ada di dunia. Termasuk diantaranya antrax dan ebola.

Gambar-gambar menakjubkan ini diambil oleh para fotografer sains di Eye of Science, Jerman, Mereka mengambil koleksi sampel dari Science Photo Library di London.

Kemudian, sampel tersebut diabadikan menggunakan teknologi fotografi terbaru yang memungkinkan setiap materi super kecil diperbesar hingga lebih dari 18 ribu kali.

Salah satu contohnya adalah foto virus yang menyebabkan wabah Black Death di Eropa sekitar tahun 1664-1665. Contoh lainnya adalah virus yang menyebabkan wabah SARS, yakni penyakit paru-paru fatal yang pertama kali merebak di China tahun 2002.

"Di masa lalu, gambar ini akan digunakan semata-mata untuk penelitian," ujar Mark Abbott dari Photo Library Science.

"Beberapa gambar telah dibandingkan dengan karya seni dan bahkan direproduksi dalam buku-buku seni. Kami mendapat respon yang luar biasa. Itu benar-benar membantu untuk berbagi ilmu dengan masyarakat umum, terutama anak-anak."

Bakteri e-coli, diperbesar menjadi 17 ribu kali.

Virus polio ini diperbesar hingga 90 ribu kali.

Virus influenza, diperbesar hingga 230 ribu kali.

Virus SARS (berwarna merah), diperbesar hingga 56 ribu kali.

Virus ebola, diperbesar hingga 12.500 kali.

Virus cacar, diperbesar hingga 28.500 kali.

Bakteri meningitis, diperbesar hingga 33 ribu kali.

Streptococcus pneumoniae, menyebabkan penyakit pneumonia.

Bakteri Plague, penyebab wabah Black Death di Eropa pertengahan abad ke-14.

Bacillus anthracis bacteria, bakteri penyebab wabah antrax.

Bakteri tubercolosis, jika mencapai paru-paru akan menjadi fatal.

Borrelia burgdorferi, menyebabkan penyakit lyme pada manusia.

Alasan Orang Jepang Sulit Belajar Bahasa Asing

Hampir semua orang Jepang sangat sulit mempelajari bahasa Inggris, meskipun mereka telah mempelajarinya selama 10 tahun, sejak SD sampai perguruan tinggi. Dan yang patut diketahui, kualitas dan level pembelajaran yang diberikan di Jepang tidak sama dengan negara lain.

Jika di Jepang level bahasa Inggris yang dipelajari ada di tingkat SMA, di luar negeri atau Indonesia, anak SMP sudah mempelajarinya. Selain kelemahan kompleksitas bahasa, orang Jepang mempunyai kebiasaan yang jelek dalam mempelajari bahasa asing.

Seorang kolumnis Jepang meengemukakan empat alasan utama mengapa orang Jepang sangat sulit mempelajari bahasa asing


1. Orang Jepang Bukan Pembicara Yang Aktif Orang Jepang mungkin sangat menjunjung tinggi ungkapan "Diam adalah Emas". Mereka sangat memperhatikan intonasi dan kalimat yang dipakai saat berbicara dan hal ini sangat berdampak buruk dalam mempelajari budaya asing.
Misalnya bagaimana orang Jepang berkumpul bersama orang Eropa yang sedang bersenda gurau. Orang Jepang biasanya tak tahu cara bagaimana berekspresi saat melakukan percakapan dan bahkan kadang tak tahu kalau di antara mereka membuat lelucon.
Mereka juga tidak akrab dengan ekspresi yang digunakan oleh orang Barat karena perbedaan budaya yang sangat mencolok.

2. Orang Jepang Takut Berbuat Kesalahan Orang Jepang mungkin adalah orang yang paling pendiam di seluruh dunia karena kemungkinan mereka hanya tidak mau menyinggung dan mengganggu orang lain karena perkataannya sehingga mereka lebih banyak diam.
Mereka berpendapat, mereka akan berbicara jika mereka sangat yakin dengan perkataan dan ekspresi yang diungkapkan oleh mereka orang Jepang dan hal ini membuat mereka dalam sebuah lingkaran setan. Jika tidak berbicara bagaimana mereka tahu ekspresi dan perkataan yang benar dalam sebuah percakapan.


3. Jepang Mempelajari Bahasa Inggris dengan Furigana Furigana adalah pengucapan kata-kata dari bahasa asing yang diterapkan atau ditulis ke dalam bahasa Jepang (misalnya ada huruf kanji diatasnya terdapat huruf berukuran kecil Hiragana, itulah Furigana dan dalam hal ini bahasa Inggris yang dijadikan ke dalam bahasa Jepang dengan Katakana sebagai alatnya).
Furigana sendiri dalam penerapannya ke dalam bahasa asing yang dalam hal ini kita contohkan bahasa inggris sangat berbeda dengan arti dan ucapannya. Contohnya "Track List" dalam Furigana menjadi "Tureku Risto"


4. Bahasa Asing Tidak Dipelajari Sejak Dini Orang Asing begitu terkejut dengan fakta bahwa orang Jepang tidak mulai belajar Bahasa Inggris sampai berumur 12 Tahun atau 1 SMP barulah mereka belajar Bahasa Inggris.
Inilah salah satu alasan mengapa level pembelajaran Bahasa Inggris antara Jepang dengan Negara lain sangat berbeda, namun Pemerintah Jepang tahun 2011 menerapkan peraturan tentang pembelajaran Bahasa Asing selama 35 Jam dalam setahun sejak usia dini.

http://terselubung.blogspot.com/2012/09/alasan-orang-jepang-sulit-belajar.html

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys